Jumat, 05 Februari 2021

MENGGAMBAR KOMIK DENGAN BERBAGAI TEKNIK (MATERI KELAS 8 SEMESTER GENAP)

 

MENGGAMBAR KOMIK DENGAN BERBAGAI TEKNIK

(MATERI KELAS 8 SEMESTER GENAP)


Komik merupakan salah satu sarana menyampaikan pesan melalui gambar. Di dalam komik, selain gambar terdapat juga dialog. Ada kesatuan utuh antara bahasa gambar dengan bahas kata. Pada komik juga menampilkan tokoh dan karakter.

A.      Konsep Menggambar Komik

Komik merupakan sebuah karya seni yang memuat komposisi antara huruf dan gambar. Komik sering juga disebut dengan cerita bergambar. Komik dibuat dalam dalam berbagai macam ukuran sesuai dengan kebutuhan. Ada komik yang dibuat dengan cerita dalam bentuk buku tetapi ada juga yang dibuat dengan cerita pendek atau hanya selembar kertas saja.

Menggambar komik memerlukan ketelitian dan ketekunan dalam membangun karakter dan tokoh dalam cerita. Seorang komikus juga dituntut terampil dalam penggunaan media dan bahan yang digunakan. Komik sering digambar diatas berbagai macam kertas dengan menggunakan pena hitam atau pensil berwarna. Ciri utama dari komik mempunyai sifat menarik perhatian mata, sehingga berbagai tokoh dan karakter dapat menarik perhatian pembaca.

Komik memiliki fungsi menyampaikan pesan secara singkat dengan menggunakan kata dan gambar. Untuk itu, dalam menggambar komik ada kesatuan utuh antara gambar yang ditampilkan dengan kata yang ditulis. Pada komik, kata hendaknya ditulis sesingkat mungkin tetapi memiliki pesan kuat dan jelas.

 

B.       Ciri Komik

Komik juga memiliki ciri-ciri dan juga karakteristik yang membedakan dengan jenis teks bahasa Indonesia yang lainnya.

1.    Hadir untuk menyapaikan cerita

Berbeda dengan bacaan nonfikdi lainnya, cerita yang disampaikan dalam komik memiliki hubungan yang runtut. Selian itu cerita juga disampaikan secara visual atau hadir lewat gambar dan bahasa. Sehingga komik juga menggabungkan unsur verbal dan non verbal.

2.    Bersifat proposional

Komik mampu menarik pembaca untuk terlibat dalam cerita yang dibawakan. Sehingga secara emosional pembaca ikut merasakan dan berperan dalam cerita komik. Pembaca juga dapat terlibat menjadi peran utama apabila dapat mendalami cerita dalam komik.

3.    Menggunakan Bahasa Percakapan

Teks yang ada dalam komik pada umumnya menyapikan dialog-dialog anatar tokoh dalam cerita. Bahasa yang digunakan dalam penulisan percakapan tersebut menggunakan percakapan sehari-hari yang cenderung tidak formal.

Sehingga komik menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca tidak menggunakna bahasa yang berbelit-belit dan formal.

4.    Bersifat Kepahlawanan

Pada umunya komik mengangkat cerita yang mengandung unsur kepahlawanan. Hal ini sangat baik karena sebagain besar pembaca komik merupakan anak-anak dan remaja yang membutuhkan cerita kepahlawanan yang dijadikan sebagai contoh dalam bertindak sehari-hari. Sehingga cerita yang disajikan dalam komik dapat membuat pembaca dapat mempunyai sikap kepahlawanan.

5.    Penggambaran watak yang sederhana

Watak tokoh yang ada pada cerita dalam komik digambarkan secara sederhana. Karena minimnya teks yang terdapat dalam komik membuat penggambaran watak dilakukan secara sederhana melalui dialog-dialog antar tokoh dan secara visual dengan menggambarkan tindakan-tindakan tokoh melalui gambar. Sehingga pembaca mudah mengerti karakteristik dari tokoh-tokoh yang disajikan dalam komik.

6.    Terdapat unsur humor

Terkadang cerita dalam komik juga disisipi humor yang biasa beredar dalam masyarakat. Karena menggunakan humor santai sehingga lelucon dalam komik mudah dipahami. Selain itu karena komik merukapan buku fiksi sehingga sah-sah saja menyelipkan humor pada cerita yang biasa beredar dalam masyarakat.

 

C.      Jenis-jenis Komik

Bentuk komik jikalau ditinjau berdasarkan pada penampilan, terbagi atas beberapa macam. Diantaranya;

1.         Komik Strip

Komik strip merupakan komik yang hanya terdapat sedikit gambar saja. Selian gambar yang disajikan sedikit gagasan yang ada dalam komik juga hanya sedikit. Meskipun hanya menggunakan sedikit gambar dan juga tulisan namun sudah menggambarkan suatu gagasan yang utuh.

Komik strip ini banyak dijumpai di surat kabar dan majalah. Karena keterbatasan tempat untuk memuat komik jika dalam surat kabar atau majalah sehingga cerita dan gambar diringkas sedemikian rupa dan hanya menyajikan pokok-pokoknya saja.

2.         Komik Buku

Komik jenis ini merupakan jenis komik yang paling banyak ditemui. Komik buku merupakan komik yang menampilkan cerita secara utuh dalam satu buku. Selian itu biasanya juga terdapat seri-seri dari setipa judul yang menampilkan cerita secara berkelanjutan.

Namun ada juga jenis komik buku yang tidak berkelanjutan atau berseri tergantung penulis apakah akan membuat cerita habis hanya dalam satu buku atau lebih.

3.         Komik dengan genre humor/petualangan

Komik Humor

Komik Petualangan

Komik humor merupakan jenis komik yang menampilkan cerita lucu yang membuat pembaca untuk tertawa. Unsur kelucuan dalam komik humor terdapat dalam teks yang disisipkan atau juga dapat berasal dari gambar-gambar yang dibuat secara lucu.

Berbeda dengan genre komik humor terdapat pula genre petualangan dalam komik. Komik ini bercerita mengenai perjalanan tokoh-tokohnya untuk mencari atau memperjuangkan sesuatu. Terdapat pula aksi-aksi yang menampilkan gambar pertarungan antara kelompok baik dengan kelompok jahat.

4.         Komik biografi dan komik ilmiah

Komik biografi biasanya menampilkan kisah hidup seorang tokoh yang berpengaruh yang ditampilkan dalam bentuk-bentuk gambar yang berututan atau dalam bentuk komik. Meskipun terdapat pula jenis buku biografi yang hanya menampilkan tulisan dari kisah-kisah tokoh inspiratif berbeda dengan itu dalam komik biografi terdapat gambar-gambar pendukung.

Komik ilmiah merupakan komik yang berisi perpaduan antara narasi dan juga gambar. Dalam komik ilmiha lebih ditekankan cerita yang berisi proses penemuan terhadap produk terbaru. Seperti cerita-cerita penemuan bolam lampu, penemuan pesawat telepon dan lain sebagainnya.

 

Adapun jenis komik jika dilihat berdasarkan genre cerita terbagai atas beberapa bentuk. Antara lain;

1.         Komik Edukasi

Seperti jenisnya yaitu komik edukasi, dalam komik jenis ini lebih ditekankan pada tujuan edukasi atau pendidikan dengan tidak mengesampingkan fungsi hiburannya. Karena komik banyak digemari oleh anak-anak dan juga remaja sehingga penulis tidak hanya menampilkan nilai komersialnya saja tetapi juga turut memperhatikan nilai edukasinya.

2.         Komik Promosi

Komik promosi dibuat untuk keperluan promosi atau meperkenalkan suatu produk. Dengan sasarn pembaca merupakan anak-anak komik promosi ini diharapkan dapat memperkenalkan suatu produk dengan membangkitkan imajinasi pembaca melalui narasi yang dibuat menjadi gambar-gambar yang menarik.

3.         Komik Wayang

Komik wayang merupakan komik yang mengangkat cerita pewayangan misalnya kisah Mahabarata atau Ramayana. Selain digunakan sebagai hiburan bagi pembacanya komik wayang ini juga dapat turut andil dalam melestarikan unsur budaya asli nusantara.

4.         Komik silat

Komik silat merupakan komik yang cukup populer karena menggambarkan adegan laga dari tokoh cerita. Komik ini bercerita mengenai pertarungan antar tokohnya seperti komik yang bercerita mengenai samurai, Kungfu dan yang paling populer adalah komik Naruto.

 

Jenis-jenis komik yang dilihat dari fungsi dalam bentuknya yang populer di Indonesia, antara lain;

1.         Komik Kartun/Karikatur

Merupakan salah satu jenis komik yang menggabungkan teks dengan gambar-gambar lucu yang bersifat menyindir. Tujuan dari komik karitarur ini adalah sebagai media untuk mengkritik namun disleingi dnegan humor yang tidak memberikan arti yang jelas sehingga pembaca harus berusaha memahami maksud sebenarnya.

2.         Komik Potongan

Komik potongan ini berisi penggalan-penggalan gambar yang digabungkan menjadi satu bagian yang menyusun sebuah cerita. Komik jenin ini biasanya ditampilkan dalam seri harian bahkan mingguan secara bertahap. Sehingga pembaca harus menanti setiap episodenya.

3.         Komik Online (Komik Web)

Selain media cetak dalam era sekarang juga populer komik dalam media elektronik atau media online. Kelebihan komik jenis ini adalah jangkauan pembacanya yang lebih luas daripada komik jenis cetak. Selain itu biasanya gambarnya juga lebih menarik dengan ciri gambar penuh dengan warna.

 

D.      Syarat Menggambar Komik

Untuk menggambar komik dibutuhkan beberapa syarat antara lain kemampuan dalam menggambar dan menyusun kata – kata. Selain kemampuan tersebut, ada beberapa langkah yang harus dilalui dalam menggambar komik. Langkah – langkah itu antara lain sebagai berikut :

1.    Menentukan Topik dan Tujuan

Sebelum menggambar komik, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tema. Penentuan tema berdasarkan pesan yang ingin disampaikan. Misalnya, tema tentang kejujuran, persahabatan, lingkungan alam semesta. berdasarkan tema tersebut kemudian pikirkan bentuk visualisasinya dan kata yang digunakan untuk memperkuat gambar visual tersebut. Perhatikan contoh tema atau topic pada gambar komik berikut.

2.    Membuat Kalimat Singkat dan Mudah Diingat

Komik berfungsi mengirim pesan kepada orang yang melihatnya. Untuk itu, pilih kata yang singkat tetapi berkesan disertai gambar pendukungnya agar saat membaca kata maupun kalimat pada komik orang akan senantiasa ingat terhadap pesan yang ingin disampaikan. Untuk itu, buatlah kalimat yang mudah dicerna agar mudah dimengerti pembaca. Dengan kata yang mudah diingat, pesan yang ditulis oleh pembuat komik bisa tersampaikan dengan baik. Buatlah kalimat yang jelas serta menarik perhatian orang untuk melakukan membaca komik tersebut.

3.    Menggunakan Gambar

komik selain menggunakan kata atau kalimat juga disertai dengan gambar. Penggunaan gambar sebagai salah satu penyampai pesan yang paling menarik. Proporsi penggunaan gambar dengan kata atau kalimat disesuaikan dengan kebutuhan cerita yang akan disampaikan. Penggunaan gambar dan kata dapat juga dilakukan dengan memperhatikan tokoh dan karakter yang ingin dibuat. Pada komik sebaiknya dengan menggunakan warna – warna yang mencolok sehingga mengundang perhatian orang untuk membaca narasi komik.

4.    Menggunakan Media yang Tepat

Penggunaan media dalam menggambar komik dapat disesuaikan dengan media yang digunakan. Jika komik tersebut berupa buku dapat merupakan satu kesatuan cerita utuh tetapi dapat pula merupakan kumpulan cerita pendek. Jika komik hanya merupakan cerita pendek dapat menggunakan hanya selembar kertas. Gambar komik tergantung dari panjang atau pendeknya cerita. Saat sekarang ini, penggunaan media dalam menggambar komik sangat beragam. Ada juga komik yang sudah dibuat secara digital.

Menggambar komik dapat dilakukan tidak hanya menggunakan peralatan dan bahan seperti membuat gambar atau lukisan tetapi juga dapat menggunakan alat bantu computer. Menggambar komik dengan menggunakan alat bantu computer memudahkan dalam berekspresi karena jika terjadi kesalahan dapat segera diganti. Hal ini berbeda jika menggambar komik masih menggunakan dengan teknik menggambar ada kesalahan sulit untuk melakukan perbaikan (revisi). Menggambar komik unsur utama yang penting adalah pesan yang ingin disampaikan baru kemudian unsur keindahan.

 

E.       Bahan dan Alat Menggambar Komik

Untuk membuat gambar komik dengan teknik menggambar tanpa alat bantu computer (manual) tetap memerlukan alat dan bahan. Pada prinsipnya kebutuhan membuat komik hampir sama dengan kebutuhan menggambar atau melukis. Sebelum melakukan aktivitas menggambar perlu menyediakan peralatannya. Ada beberapa peralatan yang perlu disediakan diantaranya seperti terdapat di bawah ini :

1.    Kertas Gambar

Menggambar pada dasarnya membutuhkan kertas berwarna netral (putih, abu – abu atau coklat) dan dapat menyerap atau mengikat bahan pewarna. Kertas gambar yang dapat digunakan dengan berbagai alat gambar misalnya kertas padalarang, HVS, Kuarto dan karton.

2.    Pensil Menggambar

Pensil dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

a.       Pensil dengan tanda “H”

Pensil H memiliki sifat keras dan cocok digunakan untuk membuat garis yang tipis.

Makin besar angkanya, makin keras sifatnya dan makin tipis hasil goresannya.

b.      Pensil dengan tanda “B”

Pensil B memiliki sifat lunak dan cocok digunakan untuk membuat garis tebal atau hitam pekat.

Makin besar angkanya, makin lunak sifatnya dan makin pekat hasil goresannya.

3.    Pensil Warna

Pensil warna memiliki variasi warna yang banyak menghasilkan warna lembut. Peserta didik bisa menggunakan pensil warna untuk mewarnai gambar dengan cara gradasi, yaitu pemberian warna dari arah gelap berlanjut kea rah lebih terang atau sebaliknya.

4.    Penggaris

Banyak ragam dan bentuk penggaris yang digunakan pada proses pembuatan komik sesuai kebutuhan pembuat komik, antara lain penggaris mika, penggaris siku, busur maupun penggaris mistar. Penggaris berfungsi membentuk garis yang dibutuhkan untuk membuat strip – strip kolom pada komik.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGGAMBAR KOMIK DENGAN BERBAGAI TEKNIK (MATERI KELAS 8 SEMESTER GENAP)

  MENGGAMBAR KOMIK DENGAN BERBAGAI TEKNIK (MATERI KELAS 8 SEMESTER GENAP) Komik merupakan salah satu sarana menyampaikan pesan melalui...